Inilah Alasan Kenapa Kita Harus Cerdas dan Bijak Menggunakan Facebook

Bismillahirrohmaanirrohiim


Di dunia Fisik, dua energi yg sama itu bila dipertemukan akan saling tolak menolak, contohnya adalah magnet. Ketika kutub utara magnet dihadapkan dengan kutub utara magnet lain, maka kedua magnet itu saling menjauh (saling menolak).

Berbeda dengan dunia Metafisik, dua energi yg sama akan saling tarik menarik. Energi Negatif akan menarik Energi Negatif, begitu juga sebaliknya, Energi Positif akan menarik Energi Positif.

Contoh:
  1. Misalkan ketika kita mengendarai motor, lalu ada pengendara lain yg ngebut mendahului, tiba2 kita terpancing untuk ikut ngebut. Padahal apa hubungannya?
  2. Ketika ada maling/jambret/copet yg sudah tertangkap, lalu orang lain memukilinya, maka kita pun akan tertarik untuk ikut memukul.

Maka dari itu, kita harus berhati2 ketika memposting sesuatu di Facebook, karena ketika yg kita posting adalah sesuatu yg Negatif, maka orang lain akan ikut terpancing, apakah ikut men-'share' berita itu, atau malah berkomentar hal2 yang tidak baik, bahkan buruknya sampai terjadi perdebatan yg dapat merusak tali silaturahmi (naudzubillahi mindzalik).

Dengan kata lain, ketika kita memposting suatu hal yang Negatif lalu orang lain tertarik men-share/berkomentar yg tidak baik/berdebat hingga putus tali silaturahmi (karena postingan kita), maka kita secara tidak langsung telah menjadi penyebab orang lain melakukan hal buruk, penyebab orang lain berdebat, penyebab orang lain memutuskan tali silaturahmi dengan teman/saudaranya. Mau kah kita menjadi penyebab semua itu? Tentu saja tidak!

'Bunuh'-lah berita buruk, dengan tidak menyebarkannya!

Berikut referensi hadits-hadits yang berisikan perintah untuk menjaga ucapan (baik lisan maupun tulisan)

'Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan sesuatu yang baik atau diam.'
[HR. Bukhâri, no. 6475; Muslim, no. 47; dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu]

'Sesungguhnya orang yang paling dimurkai oleh Allah adalah orang yang selalu mendebat.'
[HR. Bukhâri, no. 2457; Muslim, no. 2668; dll]

'Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meningalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meningalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya.'
[HR. Abu Dawud, no. 4800; dishahîhkan an-Nawawi dalam Riyâdhus Shâlihîn, no. 630 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albâni di dalam ash-Shahîhah, no. 273]

'Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan orang yang jorok omongannya.'
[HSR. Tirmidzi, no. 1977; Ahmad, no. 3839 dan lain-lain]


Alhamdulillahirobbil'aalamiin